Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2014

Tuhan Berilah Hamba Kemudahan

Perasaan takut itu semakin menjalar keseluruh tubuhku. Semakin memikirkan hal tersebut semakin kuat rasa takut itu mencengkramku. Ya Tuhan, sanggupkah aku menjalani semua ini? Menjalani sesuatu yang baru sekali bagi diriku. Aku tidak punya pengalaman akan hal tersebut. Engkau paling tahu kondisiku saat ini, maka aku adukan perihal ini kepada Mu agar beban berat itu bisa sedikit terkurangi. Juga agar perasaan khawatir yang berlebihan itu sedikit teredakan.

Ya Tuhan,  hambamu yang lemah ini adalah sosok yang sangat tidak mandiri dan selalu tergantung dengan orang-orang terdekatnya. Rasanya sulit untuk tidak mengandalkan mereka dalam setiap langkah kehidupanku. Padahal sebentar lagi kehidupanku akan menuntutku untuk melakukan sesuatu secara sendiri. Tetapi kenapa semakin mendekati hari tersebut, malah ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan yang aku rasakan. Aku pun menjadi bingung menghadapi perubahan suasana hati ini. Dan semua itu semakin diperparah dengan bayangan-bayangan dan pikiran-pikiran tentang sesuatu yang namanya kegagalan. Hamba takut kalau pada kenyataan yang sebenarnya hamba mendapati sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan harapan. Ini bisa menjadi beban yang teramat berat sehingga berdampak pada mental hamba yang pada ujung-ujungnya membuat hamba tertekan dan ingin melakukan hal yang bodoh. Tetapi tentu saja hamba berharap bayangan dan pikiran buruk itu tidak terjadi.

Ya Tuhan, bantulah hamba melewati masa-masa sulit ini. Berikan hamba kemudahan dan kelancaran untuk menjalani hidup ini dengan penuh rasa sabar. Kuatkan hamba untuk meniti jalan kehidupan yang tak terduga. Isilah pikiran-pikiran hamba ini dengan perasaan ikhlas untuk menerima takdir yang telah Engkau gariskan. Jangan jadikan hamba malah terbenam akan rasa takut dan kekhawatiran yang berlebihan. Tetapi jadikanlah segala sesuatunya indah pada waktunya Ya Tuhan. Amin.

Rabu, 12 Februari 2014

relung hati dalam cinta




Sama sekali tak mungkin percaya aku
Bahwa Kau berpaling dari hamba-Mu
Selalu kukatakan ucapan yang dilontarkan musuh-musuhku
Hanya rekaan dusta semata.
Kau jiwaku dan tanpa jiwaku
Bagaimana mesti hidup aku
Kau mataku tanpa Kau Aku tak punya mata untuk melihat sesuatu.

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata
Kusimpan kasih-Mu dalam dada
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku tenang, diam bagai ikan
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat dalam bibirku
Tariklah misaiku dalam dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana aku tahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi menahan kepedihan
Mengenangmu bagai unta memamah biak makanan
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal bersembunyi dan tidak bicara
Di hadirat kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah Aku menanti tiada musim semi.
Hingga tanpa napasku sendiri
Aku dapat bernapas wangi
Dan tanpa kepalaku sendiri
Aku dapat membelai kepala lagi.
[membujuk yang tercinta)

Rahasia kegilaan adalah sumber akal.
Seorang dewasa gila karena cinta.
Ia yang bersama Hatinya seribu kali lebih kuat dari dirinya sendiri

Mati tanpa cinta adalah kematian yang terburuk dari segala kematian.
Tahukah mengapa tiram bergetar?
Tentu karena mutiara Cinta
Tuhan terangi hati dan jadikan para pecinta terjaga sepanjang malam.
Wahai kawan, jika kau seorang pecinta jadilah seperti lilin.
Larut di sepanjang malam, membara hingga pagi datang!
Dia bagai cuaca beku di musim panas, bukanlah seorang pecinta.
Di tengah musim panas, hati seorang pecinta membakar musim gugur.
Wahai kawan, jika kau pendam cinta yang ingin kau nyatakan
teriaklah seperti seorang pecinta!